Produsen Replika Pintu Masjid Nabawi Tumang Boyolali

Minggu, Maret 3rd 2019.

Berikut ini merupakan ornamen replika pintu Masjid Nabawi yang telah kami buat. Kami merupakan pengrajin pintu Nabawi yang terbuat dari tembaga dan kuningan. Produk yang kami buat memiliki kualitas terjamin dan harga murah.

Untuk pemesanan replika pintu Nabawi bisa hubungi kami di nomer telepon 082113522410. Kami beralamat di Tumang, Cepogo, Boyolali yang merupakan sentra produk kerajinan tembaga dan kuningan.

Berikut ini contoh replika pintu Nabawi yang telah kami buat.

Gambar Kerajinan Replika Pintu Masjid Nabawi

Kami selaku produsen aneka produk kerajinan tembaga dan kuningan yang berasal dari sentra kerajinan tembaga dan kuningan di Tumang, Cepogo, Boyolali menerima pesanan pembuatan replika pintu masjid Nabawi.

Jika kamu sedang mencari pembuat replika pintu Nabawi dengan harga murah dengan kualitas terjamin, maka kamu saat ini berada di halaman yang tepat.

Karena kami selaku produsen pembuat replika pintu Nabawi yang telah berpengalaman dalam mengerjakan pesanan replika pintu Nabawi, sehingga produk replika pintu Nabawi yang kami buat memiliki kualitas terjamin.

Kami memilih bahan baku yang berkualitas guna menghasilkan produk yang berkualitas pula.

Berapa harga replika pintu Nabawi yang kami tawarkan? seberapa murahkah harga replika pintu Nabawi? harga murah dan mahal dari suatu produk sangat relatif tergantung penilainan masing-masing personal.

Namun harga murah yang tidak di imbangi degan kualitas produk pada akhirnya akan menjadi mahal di kemudian hari. Mengapa? karena produk yang kualitasnya tidak terjamin sudah pasti tidak akan awet, dan anda akan mengeluarkan biaya extra untuk memperbaikinya atau bahkan membeli yang baru.

Namun kamu tidak perlu kuatir jika kamu memutuskan pesan replika pintu Masjid Nabawi kepada kami. Kami menawarkan harga replika pintu Nabawi dengan harga murah namun kualitas produk terjamin.

Kamu bisa bandingkan hasil kerja tim kami dengan produk milik sebelah, soal harga dan kualitas terjamin.

Masih ragu dengan kami sebagai prosusen pembuat replika pintu Nabawi? lihar dulu video proses pembuatan replika pintu masjid Nabawi oleh tim profesiaonal kami.

Apa keuntungan menggunakan replika pintu masjid Nabawi?

Masjid Nabawi merupakan salah satu dari tiga Masjid yang utama bagi umat muslim, Masjid Nabawi memiliki ornamen khas pada pintunya.

Sehingga mengaplikasikan replika pintu Nabawi pada masjid-masjid di sekitar anda, maka masjid-masjid tersebut tentu saja akan nampak mewah dan mempesona.

Selain itu dengan mengaplikasikan replika pintu Nabawi, maka masjid akan mempunyai aura tersendiri.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan, kami sangat terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan kamu ajukan kepada kami terkait produk replika pintu Nabawi ini. Jadi jangan sungkan untuk menghubungi kami di 082113522410 sekarang juga.

Keistimewaan Kerajinan Tembaga Kuningan dari Tumang, Boyolali

Kami selaku produsen kerajinan tembaga dan kuningan yang berasal dari sentra industri kerajinan tembaga dan kuningan yang berada di Tumang, Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Desa Tumang merupakan sentra penghasil berbagai macam dan jenis produk tembaga dan kuningan yang sudah terkenal.

Disini kamu bisa memesan replika pintu masjid Nabawi yang sangat terkenal tersebut.

Sejarah Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan satu diantara tiga masjid utama umat muslim. Masjid Nabawi memiiliki ornamen pintu yang begitu khas dan unik, maka dari itu mngaplikasikan replika pintu masjid Nabawi akan menjadikan nuansa masjid yang memiliki desain mirip dengan pintu masjid Nabawi akan memiliki nuansa tersendiri.

Disamping itu mengaplikasikan replika pintu masjid Nabawi akan menjadikan pintu masjid akan terkesan mewah nan elegan.

Replika pintu masjid Nabawi kami buat dari bahan baku kayu berkualitas serta ornamen menggunakan bahan tembaga dan kuningan yang telah terbukti awet dan tahan lama.

Kami telah banyak menerima pesanan pembuatan replika pintu masjid Nabawi dari berbagai daerah, mereka rata-rata puas dengan hasil kerja tim kami.

Karena kami selaku produsen produk kerajinan tembaga dan kuningan sangat memperhatikan kualitas produk serta menjamin kepuasan konsumen.

Jangan ragu untuk pesan replika pintu masjid Nabawi kepada kami, kami memiliki tim yang telah berpengalaman bertahun-tahun dalam mengerjakan berbagai barang pesanan dengan kualitas terjamin dan tentu saja harga bersaing.

Sekilas Sejarah Masjid Nabawi Yang Perlu Kamu Ketahui
Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawī adalah sebuah masjid yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad, berlokasi di pusat kota Madinah di Arab Saudi. Ada 3 masjid utama dalam Islam yang sangat dianjurkan bagi umat Islam agar mengunjunginya.

Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw, setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw tiba di Madinah, yaitu di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya.

Lokasi itu semula dikenal sebagai tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Rasulullah saw turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin.

Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi saw. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Masjidil Haram adalah masjid yang berikutnya. Masjid ini adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat.

Selanjutnya, perluasan Masjidil Haram dimulai pada tahun 638 sewaktu Khalifah Umar bin Khattab, dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka’bah dan diruntuhkan untuk tujuan perluasan, dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa khalifah Usman bin Affan sekitar tahun 647 M.

Menurut hadits shahih, satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Adapun satu kali salat di Masjidil Aqsha sama dengan 250 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Seluruh umat Islam diperintahkan untuk memalingkan wajahnya/hatinya ke arah Masjidil Haram di manapun berada, hal ini diperkuat dengan surah Al-Baqarah ayat 149 dan 150. Perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti halnya melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Masjid yang terakhir adalah Masjid Al-Aqsa, masjid ini adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kompleks tempat masjid ini (di dalamnya juga termasuk Kubah Batu) dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau “Tanah Suci yang Mulia”.

Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci, suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.

Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang. Pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra’ Mi’raj dalam Al-Qur’an (Surah Al-Isra’ ayat 1) meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif.

Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 Masehi.

Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.

Gempa berikutnya menghancurkan sebagian besar Al-Aqsa pada tahun 1033, namun 2 tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.

Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap masjid dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.

Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu. Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Bagikan Ke Teman Anda :

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)

Tentang Kami

Kami adalah produsen dan supplier produk kerajinan tembaga dan kuningan yang berasal dari Tumang, Cepogo, Boyolali. Desa Tumang merupakan sentra penghasil aneka produk kerajinan tembaga dan kuningan yang sudah sangat terkenal. Banyak pelanggan yang puas dengan hasil kerja kami, Kami sangat mengutamakan kualitas sehingga konsumen senang. Produk kerajinan yang kami buat meliputi lampu gantung, kubah masjid, replika pintu Nabawi, relief, kaligrafi, patung, aneka ornamen, hingga perabot rumah tangga, dan masih banyak lagi. Semua produk menggunakan bahan baku tembaga serta kuningan berkualitas yang terbukti sangat awet, Selengkapnya....